Friday, 31 August 2007

MENDIAGNOSIS LINGKUNGAN

A. POKOK-POKOK PIKIRAN ISI CHAPTER

1. Variabel-variabel lingkungan
Lingkungan dalam organisasi terdiri dari pemimpin, bawahan, atasan, rekan, organisasi, dan tuntutan kerja. Variabel lingkungan dapat dianggap mempunyai dua komponen utama - gaya dan harapan. Gaya adalah pola perilaku konsisten yang digunakan ketika mereka bekerja dengan dan melalui orang lain. Harapan adalah persepsi perilaku yang cocok untuk peran atau posisinya atau persepsi peran seseorang terhadap yang lain dalam suatu organisasi.

2. Gaya dan Harapan
Gaya dan harapan mempunyai peran/posisi yang berbeda. Apabila seorang pemimpin mengutamakan harapan, individu menjadi terbatas dalam mengekspresikan gaya. Sedangkan bila sedikit harapan, individu akan banyak mengekspresikan gayanya, lebih banyak kreatifitas dan inovatif.
Gaya dan harapan pemimpin. Tannenbaum dan Schmidt menyatakan ada empat gaya internal yang mempengaruhi gaya kepemimpinan manajer; sistem penilaian manajer, kepercayaan bawahan, kecenderungan pemimpinan, dan perasaan aman dalam segala situasi. Yang penting bagaimana bawahan memahami gaya pemimpin. Gaya pemimpin dipengaruhi harapan dan kadang-kadang dipengaruhi harapan orang lain dalam lingkungan mereka, seperti atasan atau bawahan.
Gaya dan harapan bawahan Penting untuk pemimpin dalam menilai situasi mereka. Pemimpin harus tahu harapan pengikut tentang cara yang harus dilakukan dalam situasi tertentu. Apalagi jika pemimpin baru. gaya perilaku pemimpin lama mempunyai pengaruh yang kuat. jika gaya tersebut berbeda, menjadikan masalah. Pemimpin harus segera mengubah gaya mereka. Sulit untuk membuat perubahan yang drastis. Akan efektif jika pemimpin berkonsentrasi mengubah harapan. Dengan kata lain, mereka dapat meyakinkan pengikut mereka tentang gaya mereka, walaupun bukan apa yang pengikut harapkan secara normal, jika diterima, akan menjadi cukup.
Gaya dan harapan atasan Memahami gaya dan harapan atasan sering menjadi faktor penting yang mempengaruhi gaya seseorang.
Gaya dan harapan rekan akan berpengaruh penting ketika seorang pemimpin mempunyai interaksi yang sering dengan mereka.
Gaya dan harapan organisasi ditentukan oleh sejarah dan tradisi organisasi seperti halnya tujuan organisasi yang mencerminkan gaya dan harapan dari manajemen puncak.

3. Variabel situasional lain
Tuntutan kerja merupakan unsur penting dalam kepemimpinan. Tuntutan kerja adalah hal-hal yang ditugaskan pemimpin untuk dilaksanakan. Ada tugas dengan struktur tinggi dan ada tugas yang tidak terstruktur. Pemimpin dan bawahan harus dapat menentukan perilaku yang efektif untuk menghadapi kedua kondisi tersebut. Aspek penting lain adalah system kendali yang digunakan pemimpin. Ada 3 jenis system kendali.
Waktu juga merupakan unsur penting dalam kepemimpinan. Waktu yang singkat memerlukan perilaku berorientasi tugas. Sedangkan waktu yang panjang ada kesempatan memilih gaya perilaku pemimpin. Variabel lain yang mempengaruhi gaya perilaku pemimpin adalah fisik dan jenis kelamin. Suatu organisasi mempunyai variabel tambahan yang unik dan dievaluasi sebelum melakukan efektifitas.
Organisasi dipengaruhi terus menerus oleh lingkungan eksternal. Seperti: nilai-nilai sosial, keadaan pasar, situasi persaingan, kondisi fisik lingkungan.

4. Strategi pengembangan
Mengubah gaya seseorang adalah hal yang sulit. Perubahan gaya ini harus direncanakan dan diterapkan dalam jangka waktu yang panjang, sehingga harapan dapat diwujudkan.
Mengubah harapan vs mengubah gaya. Mengubah harapan lebih mudah dibanding mengubah gaya.
Pembentukan tim. Perilaku atasan menjadi contoh, sehingga yang dilakukan atasan juga dilakukan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi. Terbentuklah tim yang solid, dengan potensi berbeda disatukan akan lebih mudah mencapai tujuan.
Mengubah variabel situasi mendorong akan merubah perilakunya. Ini perlu dilakukan.

5. Suatu kasus mendiagnosis lingkungan
Mendiagnosis lingkungan sangat perlu dilakukan ketika kita berada pada posisi yang baru. Seseorang yang efektif di suatu pekerjaan belum tentu efektif pada pekerjaan yang lain. Tidak semua orang mempunyai kemampuan utuh. Cara yang perlu dikembangkan: pelatihan sebelum berada pada posisi baru dan menyeleksi orang-orang sesuai kemampuan.

6. Mungkinkah manajer mempelajari semua factor lingkungan
Mungkin, bila mengikutkan partisipasi semua staf dan mempertimbangkan factor situasi dalam mengambil keputusan.

B. PEMBAHASAN
1. Variabel-variabel lingkungan
Sesuai pendapat H. Jodeph Reitz (1981), factor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pemimpin meliputi: perilaku dan harapan pemimpin, perilaku dan harapan atasan, perilaku dan harapan bawahan, kebutuhan tugas, iklim dan kebijakan organisasi, perilaku dan harapan rekanan. Disini digunakan istilah perilaku, sedang Hersey menggunakan istilah gaya. Menurut kami sebenarnya kedua istilah ini maknanya sama. Difinisi gaya menurut Hersey (1982) adalah: pola perilaku konsisten yang digunakan ketika mereka bekerja dengan dan melalui orang lain.

2. Gaya dan harapan
Gaya dan harapan pemimpin. Gaya pemimpin kadang-kadang dipengaruhi harapan orang lain dalam lingkungan mereka, seperti atasan atau bawahan. Kami sependapat, sebagai contoh apabila atasan secara jelas memakai gaya berorientasi tugas, pemimpin cenderung menggunakan gaya ini.
Gaya dan harapan bawahan. Penting untuk pemimpin dalam menilai situasi mereka, karena dengan mengetahui gaya dan harapan bawahan, pemimpin dapat menentukan gaya dan harapan yang bagaimana yang akan digunakan. Sebagai contoh, karyawan yang mempunyai kemampuan tinggi kurang memerlukan pendekatan yang direktif dari pemimpin.
Gaya dan harapan atasan. Memahami gaya dan harapan atasan sering menjadi faktor penting yang mempengaruhi gaya seseorang. Seperti sudah dicontohkan diatas gaya dan harapan atasan mempengaruhi gaya dan harapan pemimpin.
Gaya dan harapan rekan akan berpengaruh penting ketika seorang pemimpin mempunyai interaksi yang sering dengan mereka. Saya sependapat, sebagai contoh pemimpin membentuk persahabatan dengan rekan-rekan dalam organisasi, gaya mereka ada yang merusak reputasi, tidak mau kooperatif, berlomba memperebutkan sumber daya, sehingga mempengaruhi perilaku rekan-rekannya.
Gaya dan harapan organisasi ditentukan oleh sejarah dan tradisi organisasi, kami sependapat.

3. Variabel situasi lain
Tuntutan kerja mempengaruhi gaya kepemimpinan, sebagai contoh bawahan yang bekerja pada bagian pengolahan data atau penelitian dan pengembangan menyukai pengarahan yang lebih berorientasi tugas.
Waktu juga merupakan unsur penting dalam perilaku pemimpin, waktu yang singkat memerlukan perilaku berorientasi tugas, waktu yang panjang ada kesempatan memilih gaya perilaku, kami sependapat. Sedangkan Variabel lain yang mempengaruhi gaya perilaku pemimpin adalah fisik dan jenis kelamin, kami tidak sependapat. Apabila fisik dan jenis kelamin mempengaruhi gaya dan harapan pemimpin maka akan terjadi subyektifitas dan ini menyebabkan kepemimpinan tidak efektif. Menurut kami setiap organisasi mempunyai variabel tambahan yang unik dan seharusnya dievaluasi sebelum melakukan efektifitas.
Organisasi dipengaruhi terus menerus oleh lingkungan eksternal, seperti: nilai-nilai sosial, keadaan pasar, situasi persaingan, kondisi fisik lingkungan. Sangat jelas apabila lingkungan social mempengaruhi organisasi.

4. Strategi pengembangan
Mengubah gaya lebih sulit daripada mengubah harapan. Untuk mengubah gaya dibutuhkan waktu yang lama.
Terbentuklah tim yang solid, dengan potensi berbeda disatukan akan lebih mudah mencapai tujuan. Kami sependapat, setiap individu pada dasarnya mempunyai potensi yang khas/spesifik. Tidak ada individu yang sama. Berbagai potensi yang ada pada masing-masing individuat harus disatukan untuk mencapai satu tujuan organisasi, sehingga akan sinergi dalam organisasi tersebut.
5. Suatu kasus mendiagnosis lingkungan
Mendiagnosis lingkungan sangat perlu dilakukan ketika kita berada pada posisi yang baru. Kami sependapat, sebelum bekerja kita harus mengetahui dan memahami lingkungan, Sehingga dapat menentukan gaya dan perilaku yang akan digunakan.

6. Mungkinkah manajer mempelajari semua faktor lingkungan
Manajer dapat mempelajari factor-faktor lingkungan dengan memberdayakan semua staf.


C. KESIMPULAN

1. Lingkungan organisasi meliputi: bawahan, pemimpin, atasan organisasi, rekan, tuntutan kerja, dan variabel situasi lain.
2. Variabel lingkungan dapat dianggap mempunyai dua komponen utama - gaya dan harapan.
3. Gaya dan harapan pemimpin, bawahan, atasan, rekan dan organisasi mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan organisasi
4. Tuntutan kerja, variabel situasi lain, dan lingkungan eksternal juga berpengaruh penting dalam mencapai tujuan organisasi.
5. Strategi pengembangan : sulit untuk mengubah gaya; mengubah harapan lebih mudah disbanding mengubah gaya; membangun tim yang solid memudahkan mencapai tujuan organisasi; Mengubah variabel situsional perlu dilakukan.
6. Mendiagnosis lingkungan perlu dilakukan oleh pemimpin.
7. Pemimpin dapat mempelajari semua variabel lingkungan dengan partisipasi dari semua staff.

D. DAFTAR PUSTAKA

Fattah N., (1997), Landasan Manajemen Pendidikan, PT Remaja Rosda Karya, Bandung
Hersey P., (1982), Manajement of organizational Behavior, Prentice-Hall, Inc., London.
Reitz Joseph, (1981), Behavior In Organization, Irwin: Homewood III
Siagian, (1985), Managemen Modern, PT Gunung Agung, Jakarta.
Thoha M., (1997), Pembinaan Organisasi, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

No comments:

Google